Puasa Sunnah Senin Kamis, Ayyamul Bidh, dan Puasa Sunnah Lainnya
Daftar puasa sunnah beserta dalil dan waktunya: Senin Kamis, Ayyamul Bidh (13–15 Hijriah), Syawal, Arafah, Asyura, puasa Daud, serta hari-hari yang dilarang berpuasa.
Selain puasa Ramadan yang wajib, Rasulullah ﷺ mencontohkan banyak puasa sunnah sepanjang tahun. Sebagian mengikuti hari dalam sepekan, sebagian lagi mengikuti tanggal dalam kalender Hijriah. Berikut daftarnya, lengkap dengan dalil dan cara mengetahui tanggalnya.
Puasa Senin dan Kamis
"Amal-amal diperlihatkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka amalku diperlihatkan dalam keadaan aku berpuasa." (HR. Tirmidzi)
Tentang hari Senin, Nabi ﷺ juga bersabda: "Itu adalah hari aku dilahirkan dan hari aku diutus (atau diturunkan wahyu kepadaku)." (HR. Muslim)
Puasa Senin-Kamis adalah puasa sunnah yang paling mudah dirutinkan karena jadwalnya tetap setiap pekan.
Ayyamul Bidh: tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah
Ayyamul Bidh berarti "hari-hari putih", yaitu malam-malam ketika bulan purnama bersinar terang.
"Wahai Abu Dzar, jika engkau berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15." (HR. Tirmidzi dan Nasa'i)
Puasa tiga hari setiap bulan pahalanya seperti puasa sepanjang tahun, karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali (HR. Bukhari dan Muslim). Karena mengikuti kalender Hijriah, tanggal Masehinya bergeser sekitar 11 hari setiap tahun. Gunakan konversi tanggal Hijriah untuk mengetahui kapan tanggal 13 bulan ini jatuh.
Enam hari di bulan Syawal
"Barangsiapa berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti puasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)
Boleh dikerjakan berturut-turut sejak 2 Syawal atau terpisah-pisah selama masih di bulan Syawal. Bagi yang masih punya utang Ramadan, sebagian ulama menganjurkan agar qadha diselesaikan terlebih dahulu. Hal ini karena hadis menyebut "berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya".
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
"Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR. Muslim)
Puasa ini dianjurkan bagi yang tidak sedang berhaji. Puasa pada tanggal 1–8 Dzulhijjah juga dianjurkan, karena sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah hari-hari yang paling dicintai Allah untuk beramal saleh (HR. Bukhari).
Puasa Asyura dan Tasu'a (9–10 Muharram)
"Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya." (HR. Muslim)
Nabi ﷺ juga berkeinginan berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu'a) untuk membedakan dari kebiasaan Ahli Kitab (HR. Muslim). Maka yang dianjurkan adalah berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Muharram secara umum adalah bulan yang utama untuk berpuasa (HR. Muslim).
Puasa di bulan Sya'ban
Aisyah berkata bahwa ia tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ berpuasa lebih banyak dalam satu bulan selain Ramadan daripada di bulan Sya'ban (HR. Bukhari dan Muslim).
Puasa Daud
"Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud. Ia berpuasa sehari dan berbuka sehari." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini adalah bentuk puasa sunnah yang paling banyak, dan Rasulullah ﷺ melarang berpuasa melebihinya (puasa terus-menerus setiap hari).
Ringkasan puasa sunnah
| Puasa | Waktu | Kalender |
|---|---|---|
| Senin Kamis | Setiap pekan | Masehi |
| Ayyamul Bidh | 13, 14, 15 setiap bulan | Hijriah |
| Syawal | 6 hari di bulan Syawal | Hijriah |
| Arafah | 9 Dzulhijjah | Hijriah |
| Tasu'a dan Asyura | 9 dan 10 Muharram | Hijriah |
| Daud | Selang-seling | – |
Hari-hari yang dilarang berpuasa
- Idul Fitri (1 Syawal) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah): haram berpuasa (HR. Bukhari dan Muslim).
- Hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah): "hari-hari makan dan minum" (HR. Muslim).
- Mengkhususkan hari Jumat saja untuk berpuasa hukumnya makruh, kecuali diiringi puasa sehari sebelum atau sesudahnya, atau bertepatan dengan kebiasaan puasa seperti Arafah (HR. Bukhari dan Muslim).
- Istri berpuasa sunnah tanpa izin suami yang sedang berada di rumah (HR. Bukhari dan Muslim).
Niat puasa sunnah
Berbeda dengan puasa wajib, niat puasa sunnah boleh dilakukan pada pagi atau siang hari, selama belum makan, minum, atau melakukan pembatal puasa sejak fajar. Aisyah meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ pernah bertanya apakah ada makanan, dan ketika dijawab tidak ada, beliau berkata, "Kalau begitu aku berpuasa." (HR. Muslim)
Mulailah dari yang ringan. Rutin berpuasa Senin-Kamis atau tiga hari setiap bulan lebih baik daripada banyak berpuasa lalu berhenti. Amal yang paling dicintai Allah adalah yang rutin walaupun sedikit (HR. Bukhari dan Muslim).