Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah yang Perlu Anda Tahu
Zakat, infak, dan sedekah sering dianggap sama. Kenali perbedaannya dari sisi hukum, jumlah, waktu, penerima, dan bentuknya, lengkap dengan dalil dan contoh.
Kotak di masjid sering bertuliskan "ZIS": zakat, infak, sedekah. Ketiganya sama-sama mengeluarkan sesuatu di jalan Allah, tetapi aturannya sangat berbeda. Memahami bedanya penting, supaya zakat yang wajib tidak tercampur dengan sedekah yang sunnah.
Zakat: wajib, terukur, penerimanya tertentu
Zakat adalah bagian harta yang wajib dikeluarkan oleh Muslim yang memenuhi syarat, dan diberikan kepada golongan yang berhak. Zakat adalah rukun Islam yang ketiga.
"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat..." (QS. Al-Baqarah: 43)
Ciri-ciri zakat:
- Hukumnya wajib. Meninggalkannya berdosa.
- Ada nisab dan kadar. Misalnya zakat maal 2,5% dari harta yang mencapai 85 gram emas, atau zakat fitrah 2,5–3 kg makanan pokok.
- Ada waktunya. Zakat maal setelah haul satu tahun, zakat fitrah sebelum shalat Idul Fitri, dan zakat pertanian saat panen.
- Penerimanya dibatasi pada delapan golongan (asnaf).
Infak: mengeluarkan harta di luar zakat
Infak berasal dari kata anfaqa, yang berarti membelanjakan. Dalam pengertian umum di Indonesia, infak adalah harta yang dikeluarkan untuk kepentingan kebaikan di luar zakat.
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji..." (QS. Al-Baqarah: 261)
- Hukumnya umumnya sunnah, walaupun ada infak yang wajib, seperti nafkah untuk keluarga.
- Tidak ada nisab atau kadar. Boleh sedikit, boleh banyak.
- Kapan saja, dalam keadaan lapang maupun sempit (QS. Ali 'Imran: 134).
- Penerimanya lebih luas. Pembangunan masjid, sekolah, dan fasilitas umum termasuk sasaran infak.
Sedekah: lebih luas lagi, tidak harus berupa harta
Sedekah berasal dari kata shidq (benar), karena sedekah menunjukkan kebenaran iman seseorang. Cakupannya paling luas, karena bisa berupa harta maupun bukan harta.
"Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah." (HR. Tirmidzi)
Dalam hadis lain disebutkan bahwa tasbih, tahmid, tahlil, amar makruf nahi mungkar, bahkan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah (HR. Muslim).
Perlu dicatat, dalam Al-Qur'an kata shadaqah kadang juga dipakai untuk menyebut zakat wajib. Contohnya QS. At-Taubah ayat 60 tentang penerima zakat, yang secara harfiah memakai kata ash-shadaqāt. Jadi pembedaan istilah di bawah ini adalah pembedaan yang lazim dipakai dalam praktik di Indonesia.
Tabel perbandingan
| Aspek | Zakat | Infak | Sedekah |
|---|---|---|---|
| Hukum | Wajib | Umumnya sunnah | Sunnah |
| Bentuk | Harta | Harta | Harta atau nonharta |
| Jumlah | Ditentukan (nisab, kadar) | Bebas | Bebas |
| Waktu | Tertentu (haul, Ramadan, panen) | Kapan saja | Kapan saja |
| Penerima | 8 golongan (asnaf) | Semua kebaikan | Semua kebaikan |
Pengertian ini sejalan dengan Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Undang-undang itu mendefinisikan infak sebagai harta yang dikeluarkan di luar zakat untuk kemaslahatan umum, dan sedekah sebagai harta atau nonharta yang dikeluarkan di luar zakat.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menganggap sumbangan pembangunan masjid sebagai zakat. Pembangunan masjid bukan termasuk delapan golongan penerima zakat menurut mayoritas ulama, jadi dananya sebaiknya dari infak.
- Merasa cukup bersedekah sehingga tidak berzakat. Sedekah sebanyak apa pun tidak menggugurkan zakat yang wajib.
- Memberi zakat kepada orang tua atau anak sendiri. Mereka wajib dinafkahi, sehingga pemberian kepada mereka adalah nafkah, bukan zakat.
- Tidak memisahkan niat. Saat membayar ke lembaga amil, tuliskan dengan jelas mana yang zakat dan mana yang infak, supaya penyalurannya sesuai.
Mana yang didahulukan?
Tunaikan zakat terlebih dahulu karena hukumnya wajib, lalu tambahkan infak dan sedekah sesuai kemampuan. Untuk mengetahui apakah Anda sudah wajib zakat, gunakan kalkulator zakat. Jika hasilnya belum mencapai nisab, Anda tetap bisa meraih keutamaan melalui infak dan sedekah.