Nisab Zakat Emas dan Perak: 85 Gram, 595 Gram, dan Perhiasan
Berapa nisab zakat emas dan perak, dari mana angka 85 gram dan 595 gram berasal, kapan emas perhiasan wajib dizakati, dan contoh menghitungnya.
Hampir semua kalkulator zakat menyebut angka 85 gram emas sebagai nisab. Dari mana angka itu berasal? Mengapa ada nisab perak 595 gram, dan mana yang sebaiknya dipakai? Artikel ini menjelaskannya, termasuk hukum emas perhiasan yang sering ditanyakan.
Dalil nisab emas dan perak
Ali bin Abi Thalib meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"Jika engkau memiliki 200 dirham dan telah berlalu satu tahun, maka zakatnya 5 dirham. Engkau tidak wajib (berzakat) sedikit pun, yaitu pada emas, hingga engkau memiliki 20 dinar. Jika engkau memiliki 20 dinar dan telah berlalu satu tahun, maka zakatnya setengah dinar." (HR. Abu Dawud)
Dari hadis ini diperoleh dua nisab dan satu kadar:
- Nisab emas: 20 dinar
- Nisab perak: 200 dirham
- Kadar zakat: 5 dari 200 = ½ dari 20 = 2,5%
Konversi ke gram
| Satuan | Berat satu keping | Nisab |
|---|---|---|
| Dinar (emas) | ± 4,25 gram | 20 × 4,25 = 85 gram |
| Dirham (perak) | ± 2,975 gram | 200 × 2,975 = 595 gram |
Sebagian ulama memakai konversi yang sedikit berbeda, sehingga ada yang menyebut nisab emas 91–96 gram. Namun angka 85 gram adalah yang paling luas dipakai, termasuk oleh BAZNAS dan Kementerian Agama.
Syarat zakat emas dan perak
- Mencapai nisab. Emas minimal 85 gram, perak minimal 595 gram.
- Mencapai haul. Dimiliki selama satu tahun hijriah (354 atau 355 hari).
- Milik penuh. Bukan titipan atau barang pinjaman.
Zakat emas = 2,5% × berat emas (jika ≥ 85 g dan sudah 1 tahun)
Contoh: Ibu Siti menyimpan 100 gram emas batangan selama satu tahun. Zakatnya 2,5% × 100 = 2,5 gram emas. Jika harga emas Rp2.000.000 per gram, ia bisa membayar Rp5.000.000.
Perhatikan bahwa zakat dihitung dari seluruh emas, bukan hanya kelebihan di atas nisab.
Nisab emas atau perak untuk uang?
Uang tabungan dan deposito tidak berbentuk emas atau perak. Nisabnya disetarakan dengan salah satu dari keduanya:
- Nisab emas (85 g) dipakai oleh mayoritas lembaga di Indonesia. Karena harga emas jauh lebih tinggi, angkanya lebih besar, sehingga lebih sedikit orang yang terkena kewajiban zakat.
- Nisab perak (595 g) dipilih sebagian ulama karena lebih menguntungkan penerima zakat. Nilainya jauh lebih rendah, sehingga lebih banyak orang yang wajib berzakat.
Keduanya memiliki dasar. Kalkulator zakat di situs ini memakai nisab emas, mengikuti ketentuan BAZNAS. Jika Anda ingin lebih berhati-hati, memakai nisab perak juga dibenarkan.
Apakah emas perhiasan wajib dizakati?
Ini perbedaan pendapat yang cukup terkenal:
| Pendapat | Hukum perhiasan yang dipakai |
|---|---|
| Mazhab Syafi'i, Maliki, Hanbali | Tidak wajib zakat, selama dipakai dalam batas wajar |
| Mazhab Hanafi | Wajib zakat, sama seperti emas simpanan |
Menurut jumhur ulama, perhiasan yang dipakai sehari-hari dianggap seperti pakaian, sehingga tidak dizakati. Namun ada pengecualian yang disepakati mereka juga:
- Perhiasan yang disimpan sebagai tabungan dan tidak dipakai tetap wajib dizakati.
- Perhiasan yang melebihi kebiasaan wajar di masyarakat, bagian lebihnya dizakati.
- Perhiasan emas milik laki-laki, karena haram dipakai, tetap dizakati.
Contoh praktis: seorang istri memiliki 120 gram emas. Sebanyak 30 gram berupa cincin dan kalung yang ia pakai sehari-hari, sedangkan 90 gram sisanya berupa perhiasan yang disimpan di lemari sebagai simpanan. Menurut jumhur, yang dizakati adalah 90 gram tersebut, karena sudah melebihi nisab. Zakatnya 2,5% × 90 = 2,25 gram.
Membayar zakat emas dengan uang
Zakat boleh dibayar dengan emas itu sendiri atau uang senilai harganya. Pakailah harga jual emas pada hari pembayaran. Banyak orang membayar zakat emas bersamaan dengan zakat tabungan di bulan Ramadan, supaya haulnya mudah diingat.
Harga emas berubah setiap hari. Cek harga terbaru dari toko emas atau situs resmi sebelum menghitung nilai rupiahnya.